A. STANDAR
KOMPETENSI
5. Menyelesaikan masalah program linier
B. KOMPETENSI
DASAR
5.4 Menerapkan garis selidik.
C. INDIKATOR
1. Garis selidik digambarkan dari fungsi obyektif.
2. Nilai optimum
ditentukan menggunakan garis selidik
D. TUJUAN
PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari
materi penerapan garis selidik, diharapkan siswa mampu :
1.
Menjelaskan
pengertian garis selidik.
2.
Menggambarkan
garis selidik dari fungsi obyektif secara kreatif.
3.
Menentukan
nilai optimum menggunakan garis selidik secara cermat dan teliti.
E. MATERI
PEMBELAJARAN
1. Pengertian
garis selidik
Cara lain untuk menyelesaikan program linear adalah dengan menggunakan
garis selidik. Garis selidik adalah garis yang diperkirakan berpotongan dengan
garis lain yang mendekati nilai optimum.
Garis selidik persamaannya dibentuk dari rumus fungsi objektif. Untuk
menentukan titik optimum pada daerah penyelesaian suatu program linear dengan
fungsi objektif f = ax + by maka persamaan garis selidik yang digunakan adalah
ax + by = k
Ax + by diperoleh dari bentuk objektif. Garis selidik ini semakin jauh dari
O harganya semakin besar sehingga bentuk objektif harga terbesar dan terkecil
akan bersesuaian dengan jauh dekatnya garis – garis selidik dari titik O.
2. Penentuan nilai
optimum suatu bentuk fungsi objektif
Untuk menentukan nilai optimum suatu bentuk objektif dengan garis selidik
dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a.
Menentukan
nilai maksimum suatu bentuk fungsi objektif, f + ax +by
Langkah – langkah :
1)
Bentuklah
persamaan garis ax + by = ab memotong sumbu X di titik (b,0) dan memotong sumbu
Y di titik (0,a).
2)
Buatlah garis –
garis yang sejajar dengan ax + by = ab sehingga ditemukan garis yang melalui
suatu titik pada daerah himpunan penyelesaian dan terletak paling kanan.
Misalnya garis ax + by = k, melalui titik (p,q) yang terletak pada daerah
himpunan penyelesaian dan terletak pada paling kanan maka titik (p,q) tersebut
merupakan titik optimum dan nilai maksimum fungsi objektif tersebut adalah k1
= ap + bq.
Contoh :
Suatu program
linear dapat diterjemahkan dengan model matematika
x + 3y ≤ 9
2x + y ≤ 8
x ≥ 0, y ≥ 0
Tentukan titik optimum, yaitu
memberikan nilai maksimum fungsi objektif f = x + 2y dan berapakah nilai maksimumnya?
Jawab :
Gambar grafik himpunan
penyelesaian
x + 3y = 9
x = 0; y = 3 diperoleh titik
(0,3)
y = 0; x = 9 diperoleh titik
(9,0)
2x + y = 8
x = 0, y = 8 diperoleh titik (0,8)
y = 0, x = 4 diperoleh titik (4,0)

8
C
B(3,2)
HP
A
O 9
Garis selidik x + 2y = 2
Daerah OABC adalah daerah penyelesaian pertidaksamaan.
Koordinat B :



5y = 10
y = 2
y = 2; x + 3.2 = 9
x + 6 = 9
x = 3, jadi koordinat titik B (3,2)
Gambar garis x + 2y sebagai garis selidik, dan garis – garis sejajar x + 2y = 2 sampai diperoleh garis yang melalui
titik terkanan pada daerah himpunan penyelesaian, seperti tampak pada gambar.
Tampak titik B(3,2) adalah titik paling kanan yang dilalui oleh garis yang
sejajar dengan garis selidik x + 2y = 2, maka titik B(3,2) adalah titik
optimum. Nilai maksimumnya adalah f = 3 + 2.2 = 7
3.
Menentukan
nilai minimum suatu bentuk fungsi objektif f = ax + by
Langkah – langkah :
1)
Bentuklah
persamaan garis ax + by = ab memotong sumbu X di titik (b,0) dan memotong sumbu
Y di titik (0,a).
2)
Buatlah garis –
garis yang sejajar dengan ax + by = ab sehingga ditemukan garis yang melalui
suatu titik pada daerah himpunan penyelesaian dan terletak paling kiri.
Misalkan garis ax + by = k2 melalui titik (p,q) yang terletak pada
daerah himpunan penyelesaian dan terletak paling kiri, maka titik (p,q)
tersebut merupakan titik optimum dan nilai minimum fungsi objektif tersebut
adalah k2 = ap + bq
Contoh :
Suatu program linier dapat diterjemahkan dengan model matematika :
2x + 3y ≥ 12
x + y ≥ 5
4x + y ≥ 8
x ≥ 0, y ≥ 0
Tentukan titik optimum yaitu yang member nilai minimum fungsi objektif f =
20x + 10y dan berapa nilai minimumnya?
Jawab :
1.
Gambar daerah
himpunan penyelesaian
2x + 3y = 12
x = 0, y = 4 → (0,4)
y = 0, x = 6 → (6,0)
x + y = 5
x = 0, y = 5 → (0,5)
y = 0, x = 5 → (5,0)
4x + y = 8
x = 0, y = 8 → (0,8)
y = 0, x = 2 → (2,0)
Koordinat B



y = 2
y = 2 → x = 3 → B(3,2)

D
C(1,4)
B(3,2)

4x
+ y = 8 2x + 3y = 12
X + y = 5
F. METODE
PEMBELAJARAN
Ceramah, diskusi
kelompok, dan Tanya jawab
G. LANGKAH
PEMBELAJARAN
Pertemuan
Ke-11
Pendahuluan :
1.
Berdoa
sebelum memulai pembelajaran (karakter: ketaqwaan)
2.
Memberikan
salam pembuka (karakter: sikap ramah)
3.
Memeriksa
kehadiran dan kesiapan siswa (karakter: disiplin, peduli).
Apersepsi : Guru
mengingatkan kembali mengenai nilai optimum.
Motivasi : Guru menjelaskan lingkup
materi yang akan dipelajari mengenai garis selidik dan mengkaitannya dengan
kehidupan sehari-hari. (Karakter : Sikap terbuka, demokratis).
Kegiatan inti :
1.
Eksplorasi
a.
Guru
memberikan stimulus tentang pengertian garis selidik dan
membuat garis selidik menggunakan fungsi objektif. (karakter: rasa ingin tahu, menyimak informasi).
b.
Guru
menjelaskan cara membuat garis selidik menggunakan fungsi
objektif. (Karakter : Bertanggungjawab)
c.
Siswa
diberi kesempatan untuk mengadakan bertanya. .(kreatif, rasa ingin tahu)
2.
Elaborasi
a.
Siswa
diberikan latihan soal yang dikerjakan secara mandiri, sementara guru keliling kelas memberi bantuan
seperlunya. (mandiri, rasa ingin tahu)
b.
Beberapa
siswa mengerjakan kedepan mewakili teman-temannya.
c.
Guru
mengkonfirmasi hasil pekerjaan siswa di papan tulis.
3.
Konfirmasi
a.
Siswa
diberi waktu untuk mencatat ringkasan materi yang disampaikan guru (Rasa ingin
tahu, Komunikatif, Peduli).
b.
Siswa
memberikan umpan balik dalam bentuk tanya jawab dengan guru
c.
Siswa
dapat menyimpulkan hasil pembelajaran sehingga mendapat persepsi yang sama
dengan guru (karakter: saling menghargai, kerja keras).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar